Pemberontak, rebel……
what’s came up in your head when you
hear this word?
Melawan orang tua? Drugs? Mabuk lalu
menghajar orang?
or mengganti dress-code mu mengikuti
gaya band2 yang over-played di MTV?
Well, no matter what you do, …
esensi pemberontakan tidak akan pernah
berubah.
A real rebellion stays under your skin.
Bukan dari dandanan, machoism,
tattoos,
piercing or anorexic-look yang dibuat-
buat.
There’s two kinds of rebel.
Once you’re a real rebel,
kamu akan selalu jadi a rebel for most
of your lifetime,
tak akan bisa berubah coz that’s who
you are.
It’s in your blood.
Kamu akan selalu berpikir utk melawan
kecenderungan2 yang ada,
kapan saja dimana saja.
But when you’re a wannabe-rebel
[pemberontak tanpa misi dan prinsip
yang jelas]
kamu hanya akan memandang sebuah
pemberontakan dari sisi luarnya aja
[baca: fashion]
Dan a wannabe-rebel tidak akan pernah
membuat sejarah
atau melahirkan pemikiran baru yang
lebih baik utk generasinya.
A real rebel ….selalu berada diluar
kecenderungan masyarakat,
dan itu bukanlah pilihan yang salah,
selama kamu bisa bertahan dan
mempertanggung jawabkan misi dari
pemberontakkan mu.
Harus diingat, kecenderungan di
masyarakat atau di scene
tidak selalu benar dan baik buat kita.
Contohnya ketika trend emo
menyerang, …
remaja kota2 besar beramai-ramai
menutupi rambutnya dgn poni dan bikin
band emo dadakan,
alasannya biar keliatan cool’ dan
diterima
di pergaulan kota besar yang makin
konsumtif.
Hanya sebagian kecil dari remaja2 kita
yang serius menyimak dan mengerti
lirik band2 emo. Ironis.
Padahal diasalnya, band2 tsb terbentuk
karena mereka sering tersisih dalam
pergaulan,
dan musik yang mereka tulis adalah
penegas
kalau mereka adalah orang2 yang berada
diluar kecenderungan/pergaulan.
Disini, oleh sebagian besar remaja
malah dipakai senjata
utk kelihatan up to date’ dan
gaul’[damn, i hate that word!].
Same thing happens to punkrock and ska
and maybe rockabilly in the future..
Misi pemberontakannya ditinggalkan,
fashion-nya di obral.
[modis: monyet distro!]
See..banyak hal2 berontak yang bisa
kamu lakukan di Indonesia…
tanpa harus merugikan orang lain dan
malah bisa menguntungkan jika kamu
bisa me-manage kenakalanmu.
Jadilah seorang counter-culture with a
big heart,
yang bertanggung jawab, respect trhdp
keluarga,
lingkungan dan bumi pertiwi.
Dont judge us, musicians, by the way
we look or the way we dress,
coz these days, anyone can look so
punk, so psycho, so emo, so
rockabilly, so metal dalam hitungan
detik.
Zap! Just like that!
Jangan sampai terjebak menjadi seorang
rebel bodoh
yang hanya mengejar status sosial.
You gotta know where you stand and why
you stand there.
Knowledge [pengetahuan] is king and
that’s all you need to be a real
modern rebel.
Cheers, cherry and dynamite!so 4 u
frend..
so,, persenjatai dirimu dgn
pengetahuan!
DIarsipkan di bawah: Semuah | Ditandai: pemberontak, rebel, rebellion, thought


jiwa pemberontak bukan dilihat dari cassingnya…tapi dari dalam jiwa dan tujuannya…..
ah teu ngartos pribados mah…di kantun heula…bade meser bandros…
?????????????????????
teu ngartos mah ulah di baca jeung di komen atuh penjuuuuuuuul…….kehed teh…..ieu mah jeung budak ngora sanes jeung aki2 jiakakakakakakakakakakakakak……
Beberapa bagian dari artikel ini pernah saya baca di blog lain. Saya ngga bermaksud menuduh siapa yang menjiplak dan siapa yang dijiplak. Tapi kalo ngambil dari tulisan orang lain tolong dong tampilin juga sumber aslinya (link-nya), atau kasih tau ini ngutip darimana, biar ngga di-cap plagiat.
sumber di dapat dari post bulletin teman saya di friendster.com/shoujiro…….menurut saya mah nie mah ini mah artikel yg berkaitan tentang sosial……huehey….
nyak mun geus pernah macana ulah komen deui atuh malih?????????……….rieut maneh mah penjul……
kapan atuh ngerencanain ngebantai mr crep teh?huahahahahah